Pengungsi yang Hidup di Trotoar Jakarta: Kami Merasa seperti Orang Mati...
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2057685/original/065843000_1522926878-Kalideres_6.jpg)
BERITA,jakarta , seperti orang mati , begitulah yang dirasakan oleh mahmoud, pengungsi dari ghazni afghanistan .pria ini telah mengungsi di indonesia salama lima tahun terakhir , sejak 2013 hingga kini.
konflik berdara antara taliban , pasukan pemerintah afganistan, dan kelompok teroris lainnya menjadi alasan utama bagi mahmoud meninggalkan anak m-istri dan handai tolan di tanah kelahiran
berbekal baju serta uang secukupnya untuk biaya transportasi dan hidup , mahmoud membulatkan tekad
ia berkata seorang diri , tujuannya ke indonesia , negeri transit para pengungsi
harapannya , dari indonesia , otoritas keimigrasian atau UNHCR RI dapat mengirim mahmoud ke negara re-settlement atau penerima pengungsi
kemudian ,setelah mendapatkan suaka dari negara penerima pengungsian , mahmoud bisa membawa serta anak -istri dari ghazni
kenyataan nya demikian .mahmoud justru luntang -lantung di indonesia , nasibnya tak pasti
paranya, uang yang ia bawa dari afganistan untuk biaya hidup, sudah habis , lima tahun berstatus pengungsi di negeri orang , mahmoud tak bisa mencari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan
nasib kemudian menghantarkannya ke kebon sirih, jakarta pusat , berbekal tenda terpal . mahmoud berkemah di trotoar di samping kantor UNHCR indonesia ,mangharap bantuan dari mereka
"sekarang uang saya habis . kini saya berkemah di sini ( di dekat kantor UNHCR indonesia ), karena saya tak punya lagi dukungan ,'kata mahmoud saat di temui di tendanya di kebon sirih, 5 april 2018
namun , bantuan tak kunjung datang , mahmoud pun putus asa
"kami sendirian dan merasa seperti orang mati disini...jauh dari anak dan istri ,"kata pria berusia 39 tahun itu
saat ini , keinginan mahmoud sederhana , ia ingin , UNHCR indonesia mampu mengirimnya ke negara re-settlement
"kemana pun mereka mengirim saya ,terserah ,"ujarnya
namun , mahmoud tak sendirian , ada ratusan pengungsilain dari luar negeri yang bernasib serupa sepertinya : luntang -lantung di trotoar jakarta











No comments