Breaking News

Pengungsi yang Hidup di Trotoar Jakarta: Kami Merasa seperti Orang Mati...

Kemah-kemah pengungsi dari Afrika dan Asia Selatan di trotoar depan Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat (4/4/2018) (Muhammad Husni Mubarok/Liputan6.com)

BERITA,jakarta , seperti orang mati , begitulah yang dirasakan oleh mahmoud, pengungsi dari ghazni afghanistan .pria ini telah mengungsi di indonesia salama lima tahun terakhir , sejak 2013 hingga kini.

konflik berdara antara taliban , pasukan pemerintah afganistan, dan kelompok teroris lainnya menjadi alasan utama bagi mahmoud meninggalkan anak m-istri dan handai tolan di tanah kelahiran

berbekal baju serta uang secukupnya untuk biaya transportasi dan hidup , mahmoud membulatkan tekad

ia berkata seorang diri , tujuannya ke indonesia , negeri transit para  pengungsi

harapannya , dari indonesia , otoritas keimigrasian atau UNHCR RI dapat mengirim mahmoud ke negara re-settlement  atau penerima pengungsi

kemudian ,setelah mendapatkan suaka dari negara penerima pengungsian , mahmoud bisa membawa serta anak -istri dari ghazni

kenyataan nya demikian .mahmoud justru luntang -lantung di indonesia , nasibnya tak pasti

paranya, uang yang ia bawa dari afganistan untuk biaya hidup, sudah habis , lima tahun berstatus pengungsi di negeri orang , mahmoud tak bisa mencari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan

nasib kemudian menghantarkannya ke kebon sirih, jakarta pusat , berbekal tenda terpal . mahmoud berkemah di  trotoar di samping kantor UNHCR indonesia ,mangharap bantuan dari mereka

"sekarang uang saya habis . kini saya berkemah di sini ( di dekat kantor UNHCR indonesia ), karena saya tak punya lagi dukungan ,'kata mahmoud  saat  di temui di tendanya di kebon sirih, 5 april 2018

namun , bantuan tak kunjung datang , mahmoud pun putus asa

"kami sendirian dan merasa seperti orang mati disini...jauh dari anak dan istri ,"kata pria berusia 39 tahun itu

saat ini , keinginan mahmoud sederhana , ia ingin , UNHCR indonesia mampu mengirimnya ke negara re-settlement

"kemana pun mereka mengirim saya ,terserah ,"ujarnya

namun , mahmoud tak sendirian , ada ratusan pengungsilain dari luar negeri yang bernasib serupa sepertinya : luntang -lantung di trotoar jakarta


No comments