Breaking News

POLISI TEMBAK MATI ADIK IPAR, SAMPAI 6 KALI


Rentetan Tragedi Kompol Fahrizal Tembak Mati Ipar

BERITA -MEDAN demdam telah ,menyulut amarah kompol fahrizal untuk menghabisi adik iparnya , jumingan (33). nyawa jumingan melayang oleh 6 tempakan

" ini penyebabnya masih dalam pendalaman , tadi mengaku ke aya , dia melakukan itu karena marah, dendam lah ," kata popolda sumut irjen paulus water[pauw, kamis (5/4

kompol fahrizal merupakan alumus akademi  kepolisian (akpol) tahun 2003. paulus menyebut fahrizal termasuk polisi dengan pretasi bagus

fahrizal kini menjabat sebagai wakapolres lombok sejak desember 2017. sebelum itu dia sempat menjadi kasat reskrim polrestabes medan

"saya lihat di curriculum vitae -nya dia di posisi yang bagus -bagus ,dan nilai psikotesnya bagus -bagus ," ujar paulus

fahrizal menembak mati, jumingi (33) di rumah orang tuanya di jalan tirtosari , gang keluarga,    medan tembung , sumatra utara , pada rabu (4/4) malam itu fahnrizal dan istrinya tengah menengok ibunya yang baru pulih dari sakit

awalnya terjadi obrolan santai fahrizal, ibunya dan jumingan dia ruang tamu . tidak beberapa lama kemudian , suasana santai itu berubah mencekam

adik fahrizal, heny dari dapur melihat kakaknya tengah menodongkan ,pistol ke ibunya , jangan bang,"kata heny

fahrizal lantas berbalik arah menembak jumingan . jumingan  pun ambruk dan nyawanya tak tertolong

masih dihari sama fahrizal menyerahkan diri mapolrestabes medan diantar ibunya fahrizal juga menyerakan  senjata api yang di pakai membunuh jumingan

fahrizal kini mendekam di mapolrestabes medan. dia kini di hadapkan dengan tuduhan serius, pembunuhan berencana yang harus di pertanggung jawabkan

"saya knakan (pasal) 340 KUHP," tutur paulus
mabes polri angkat bicara terkait kasusu fahnrizal ini. fahrizal dianggap menyalahi aturan pemegangan senjata api (senpi). sebeb, senpi tidak boleh dibawa saat tidak sedang dinas

"dia sudah melanggar, kalu sedang cuti, tidak dinas ,ngk boleh  bawa senjata api . kecuali dia ditugaskan di suatau daera , penangkapan , tuga ske daera konflik, memang personel harus dilengkapin senjat,"kata kadiv humas polri irjen setyo wasisto , jumat (6/4/)

No comments