Gara-gara Berbeda Pilihan Di Pileg, Keluarga Ini Terpaksa Pindah Kan Kuburan Krabatnya
Tatapan mata Sarce Pomontolo (68) terlihat nanar menatap potongan nisan suaminya yang baru dipindahkan di kuburkeluarga Kuroisi, Toto Selatan Lingkungan 1.
Di bawah rumpun bambu, 2 gundukan tanah kubur masih terlihat baru ditimbun meskipun di nisan tertera nama Masri Dunggio lahir pada 12 Januari 1946 dan meninggal pada 22 Agustus 2015.
Dua makam ini menjadi heboh di media massa karena baru dibongkar oleh Sarce Pomontolo dan keluarganya untuk dipindahkan dari kubur lamanya karena diduga berselisih paham terkait pilihan calon legislatif.
“Saya diminta untuk memilih salah satu calon anggota dewan, jika tidak kuburan suami dan cucu saya diminta untuk dikeluarkan dari pekuburan keluarga,” ujar Sarce Pomontolo, Minggu (13/1/2019
Karena sakit hati diperlakukan demikian, Sarce Pomontolo pun bertekad untuk memindahkan kuburan suami dan cucunya.
Sabtu pagi kemarin, pacul pekerja mulai menggali kuburan jasad Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah di lingkungan 2 Desa Toto Utara Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.
Suara isak tangis keluarga beradu cepat dengan suara pacul menggali tanah, semakin dalam lubang tanah terasa semakin sakit di hati keluarga, isak tangis semakin kuat.
Doa dirapalkan saat belulang Masri Dunggio dan cucu ditemukan dalam tanah, kain kafannya masih membungkus rapat meski sudah 3 tahun jasad Masri Dunggio dikubur di tanah ini.
Di bawah rumpun bambu, 2 gundukan tanah kubur masih terlihat baru ditimbun meskipun di nisan tertera nama Masri Dunggio lahir pada 12 Januari 1946 dan meninggal pada 22 Agustus 2015.
Makam lainnya adalah makam Siti Aisyah Hamzah, cucunya yang lahir pada tanggal 22 Juli 2008, meninggal 28 Oktober 2016.
Dua makam ini menjadi heboh di media massa karena baru dibongkar oleh Sarce Pomontolo dan keluarganya untuk dipindahkan dari kubur lamanya karena diduga berselisih paham terkait pilihan calon legislatif.
“Saya diminta untuk memilih salah satu calon anggota dewan, jika tidak kuburan suami dan cucu saya diminta untuk dikeluarkan dari pekuburan keluarga,” ujar Sarce Pomontolo, Minggu (13/1/2019
Karena sakit hati diperlakukan demikian, Sarce Pomontolo pun bertekad untuk memindahkan kuburan suami dan cucunya.
Karena sakit hati diperlakukan demikian, Sarce Pomontolo pun bertekad untuk memindahkan kuburan suami dan cucunya.
Sabtu pagi kemarin, pacul pekerja mulai menggali kuburan jasad Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah di lingkungan 2 Desa Toto Utara Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.
Suara isak tangis keluarga beradu cepat dengan suara pacul menggali tanah, semakin dalam lubang tanah terasa semakin sakit di hati keluarga, isak tangis semakin kuat.
Doa dirapalkan saat belulang Masri Dunggio dan cucu ditemukan dalam tanah, kain kafannya masih membungkus rapat meski sudah 3 tahun jasad Masri Dunggio dikubur di tanah ini.












No comments