Pemalak Dana Rehab Masjid Pasca Gempa Terancam Di Bui Seumur Hidup
Satres krim polres mataram melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap staf pns kemenang lombok barat, tersangka inisial BA di duga telah memalak dana bantuan untuk rahabilitas masjid terdampak gempa yang bersumber dari APBN ancaman nya maksimal penjara seumur hidup..
Dana bantuan dari kementerian agama itu dana sumber nya dari APBN ucap kasatreskrim polres mataram AKP joko tamtomo..
Joko menjelas kan pasca gempa bumi yang terjadi pada 5 agustus 2018 lalu ,mengakibat kan bangunan mesjid di NTB terdampak dan mengalami kerusakan berbeda yakni kategori rusak berat sedang dan ringan untuk itu pelaku bisa di jerat dengan pasal di UU tipikor yang hukuman maksimal nya bisa mencapai seumur hidup..
Apa bila terbhukti pelaku bisa di jerat dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4_20 tahun dan denda Rp 200 juta _Rp 1 miliar..
Atas kondisi kerusakan itu kata joko kementerian agama RI memberi bantuan dana rehab kepada mesjid yang terdampak pemberian bantuan dana itu berdasar kan usulan dari kemenag kanwil NTB..
Terdapat sekitar 2.000_an proposal permohonan bantuan dana rehab mesjid yang sudah masuk ke kemenag pusat sejak diajukan pada tahun 2018 lalu..
Setelah di verifikasi untuk tahap pertama di acc dalam hibah itu 6 miliar dari kementerian agama dana 6 miliar itu untuk 58 masjid se NTB..
Terkait OTT yang di lakukan pihak nya joko menyebut tersangka BA telah memalak dana dari 4 mesjid di kabupaten lombok barat..
Yang sudah kita aman kan ini sebenar nya dia sudah ambil dari 4 mesjid di wilayah gunung sari setiap masjid yang di berikan dana bantuan itu di minta 20 persen..
Kapolres mataram AKBP saiful alam saat rilis kasus pada selasa (15/01/2019) mengatakan BA di jerat dengan pasal 12 huruf e UU tipikor..












No comments