Ramalan Musibah Dari Kematian Arapaima Di Batam
Kematian seekor ikan arapaima membuat kesedian mendalam bagi netty herawati konservator hujan dan pengelolah pengawasan mata kucing beserta petugas kawasan lain nya ikan arwana jenis arapaima gigas yang keempat mati terapung di kolam ikan kawasan hutan wisata itu pekan lalu
Paima panggilan nya ikan endemik sungai amazon berbobot kurang lebih 160 kg berumur sekitar 15_20 tahun itu di temukan oleh salah satu karyawan nya yang sedang membersikan kolam
Setiap hari saya berteman dengan mereka tiap hari saya bertemu dengan mereka bagaimana saya enggak sedih tapi saya percaya pasti tuhan pnya rencana lain ucap netty dengan suara parau hbis menangis
Netty melanjut kan paima sudah dirawat sejak ikan itu masi sepanjang 40 meter ikan arapaima itu sudah sangat jinak denganya beserta karyawan
Kami biasa nya manggil paima cukup dengan nyentak_nyentak kan kaki dia langsung datang
Netty sangat terpukul dengan kejadian ini paima sudah seperti keluarga bagi dia bahkan dulu paima sempat disuruh bunuh oleh dirjen perikanan sesuai arahan mentri perikanan dan kelautan karena dianggap hama tapi saya enggak mw saya menolak
Sebelum nya paima ditemukan mati netty bercerita dia sempat sakit terlebih dahulu saya memang begitu kalau ada hewan peliharaan saya yang mau mati saya pasti sakit dalu kemarin itu saya
sakit tidur saja seharian di kamar
Tidak hanya netty salah seorang karywan nya pun merasa sangat terpukul dengan kematian paima saya dapat kabar pagi padahal saya lagi libur saya langsung kesini
Lanjut suci paima itu adalah ikan yang sangat baik walaupun hidup nya berdampingan dengan ikan lain nya paima tidak pernah memakan ikan lainya itu
Bahkan kalau kita lagi ngasi makan ikan yang lain dia itu mundur mengalah dia enggak mw ganggu yang lain
Saking syg nya mereka dengan ikan arapaima ini paima pun dimakam kan layak nya manusia di mandikan di kafani dan di kuburkan serta di doakan












No comments